Beranda > Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah > Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah

Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah

Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah

Oleh : Jasmansyah, M.Pd)*

English is Iblish, Bahasa Inggris Bahasa Munafik, Bahasa Inggris Bahasa Neraka. Itulah beberapa pernyataan yang kadang terungkap oleh sebagian siswa ketika belajar Bahasa Inggris. Pelajaran yang susah, sulit dimengerti, sukar diucapkan, susah ditulisnya, bikin ngantuk, bikin bete, dan sejumlah ungkapan apatis lainnya sering terlontar dari mulut sebagian siswa ihwal pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah. Apakah benar demikian? Untuk memberikan jawaban terhadap keluhan sinis para pembelajar bahasa Inggris harus ditelaah secara komprehensif dari berbagai sudut pandang.

Suara sumbang seperti itu acap kali terdengar oleh penulis, bahkan pernah terungkap dan dialami oleh penulis sendiri ketika masih duduk di bangku sekolah menengah. Dan saat ini ketika penulis telah menjadi seorang guru (guru bahasa Inggris), yang kebetulan mengajar di sebuah SLTA yang berada di daerah terpencil sering mendengar pernyataan-pernyataan seperti itu. Masalah tersebut kemudian menjadi objek kajian yang menantang untuk ditemukan jawabannya mengapa mereka berplilaku seperti itu. Sambil mengajar di kelas, seringkali penulis mengamati sambil melontarkan pertanyaan seputar pengalaman mereka belajar bahasa Inggris sebelumnya. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana motivasi dan apresiasi mereka terhadap pelajaran bahasa Inggris. Karena sebagai guru, penulis berupaya mencari formula yang tepat untuk mengajar siswa-siswa dengan kondisi seperti ini, dimana banyak sekali diantara mereka yang tidak senang bahasa Inggris.

Penulis berasumsi bahwa pengalaman seperti ini akan banyak dialami oleh guru dan siswa yang lain, terutama di daerah. Lain halnya kalau siswa tersebut berada di perkotaan. Biasanya mereka memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar, tidak terkecuali dalam bahasa Inggris. Hal ini tentu tidak akan menjadi kesulitan bagi guru jika berhadapan dengan siswa seperti ini. Lalu bagaimana dengan guru yang kebetulan mengajar di daerah?.

Menjadi guru di daerah apalagi guru bahasa Inggris, matematika, Fisika, dan sejenisnya memiliki tantangan dan hambatan yang tidak ringan. Mulai dari motivasi belajar, faktor lingkungan, ekonomi, sosial, dll adalah sejumlah penyebab timbulnya permasalahan tersebut. Selain itu, kurangnya sarana belajar yang disediakan pihak sekolah (baca: pemerintah) juga menjadi suatu kendala yang tak terbantahkan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

Bila kita sebagai guru menghadapi kondisi seperti itu ada beberapa hal yang mungkian bisa kita bisa kita lakukan untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut.

Pertama, sebelum masuk kelas tancapkan kembali niat yang tulus, bahwa kita akan benar-benar mentransfer ilmu yang kita miliki dengan maksimal. Eksistensi kita selama berada di kelas akan memberi manfaat yang tak terhingga buat siswa. Tumbuhkan keyakinan bahwa kita akan menjadi orang yang sangat bermanfaat. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk yang lainnya.

Kedua, karena guru memiliki posisi yang strategis dalam kegiatan belajar mengajar, yang mampu menciptakan “skenario apa pun”, maka sudah selayaknya seorang guru memiliki kepribadian yang kuat, ramah, familier, simpatik, berempati tinggi terhadap setiap kejadian yang menimpa siswa, termasuk kepada siswa yang kurang, baik dalam prestasi akademik maupun dalam motivasinya. Selama ini banyak guru yang memarahi siswa, bahkan menghukumnya apabila ada siswa yang dianggap tidak memperhatikan

Ketiga, pada saat warming up atau pemanasan di awal, cobalah kita berdialog dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat ringan. Tidak harus melulu dari materi sebelumnya tapi bisa di sekitar kehidupan mereka. Termasuk kita boleh bertanya tentang pacar mereka. Hal ini biasanya akan sangat menarik karena akan memancing perhatian yang penuh, dan yang terpenting diungkapkan dalam bahasa Inggris.

Keempat, pada saat pembelajaran berlangsung, kita berusaha menyatu dengan dunia mereka. Dalam arti kita memahami, merasakan, sekaligus mengapresiasi gejolak perasaan mereka. Maka, ketika kita membuat contoh-contoh kalimat, buatlah contoh kalimat yang bernuansa cinta, kasih sayang terhadap lawan jenis yang erat kaitannya dengan dunia mereka. Contoh kecil, kita suruh siswa menerjemahkan kalimat; “Aku sudah mencintaimu sejak dulu”. Kata-kata seperti ini tentu akan sangat menarik dan boleh jadi membuat penasaran mereka untuk mencoba menerjemahkannya, karena ini realitas dunia mereka.

Maka pada saat yang bersamaan kita akan dengan mudah menerangkan materi Tenses Perfect Continuous karena kalimat akan menjadi I have been loving you since ago. Pada writing section, suruhlah siswa untuk menulis surat cinta, ungkapkan dengan jujur gejolak perasaan mereka, dan kita sebagai guru tidak usah tabu berbicara seperti ini, selama diungkapkan dengan bahasa Inggris. Kita berusaha menciptakan suasana seceria dan seseru mungkin sehingga siswa fun with English.

Kelima, terapkan model-model pembelajaran yang variatif, agar para siswa tidak jenuh. Selain itu, manfaatkan media belajar dalam setiap menyampaikan materi ajar kepada mereka. Hal ini dimaksudkan agar materi yang disampaikan cepat dicerna para siswa, dan tentunya akan lebih menarik.

Keenam, jangan pernah bosan untuk selalu memberikan semangat kepada para siswa agar motivasi belajarnya terus meningkat. Selain itu, berikan penjelasan kepada mereka akan pentingnya penguasaan terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa dunia dalam menjalani kehidupan sekarang.

Ketujuh, jika mungkin undang Native Speaker untuk berkomunikasi langsung dengan para siswa. Hal ini akan menumbuhkan semangat belajar siswa karena dapat berkomunikasi langsung dengan penutur bahas asli (native speaker).

Kedelapan, akhiri setiap pertemuan dengan doa yang tulus dari kita sebagai guru. Semoga ilmu yang baru mereka terima, menjadi bekal yang bermanfaat untuk hidupnya kelak. Siapa tahu dari doa inilah ilmu tersebut akan membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi kehidupan para siswa kelak.

Tentu, ini hanya sebagian kecil dari strategi pembelajaran bahasa Inggris, karena untuk menuju ideal banyak hal yang dibutuhkan, seperti ketersediaan sarana audio visual, laboratorium bahasa, dll.

Untuk pembelajar Bahasa Inggris, ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan dalam bahasa Inggris (sumber: kursusinggris.wordpress.com)

1. Perbanyak membaca buku, artikel, tulisan dalam bahasa Inggris.

Ingat, pertama-tama membaca pasti akan ada banyak kosa kata yang kita tidak kenal. Jangan menyerah. Artikan setiap kata dengan bantuan kamus, dan tulis arti kata tersebut di bawahnya. Percaya pada saya, dalam beberapa minggu, anda pun akan berhenti membuka kamus setiap 2 menit dalam membaca tulisan sejenis.

2. Perhatikan pengucapan kata.

Memang kadang sangat susah mengucapkan suatu kata bahasa Inggris dengan baik, tapi bukan berarti tidak mustahil. Jangan keras kepala dan mengucapkan suatu kata seperti halnya bahasa Indonesia. Logat tidak akan bisa hilang, tapi usahakan untuk memperhatikan pengucapan. Untuk ini yang pertama harus dilakukan adalah menguasai penguasaan abjad, dan kemudian perhatikan phonetik yang sering dicantumkan dalam kamus.

3. Perbanyak kosa kata anda.

Langkah pertama akan memperbanyak kosa kata anda secara tidak langsung, tapi tidak ada salahnya mendedikasikan 15 menit setiap hari untuk belajar kosa kata baru. Bisa dengan mengulang kosa kata yang didapat dari bacaan, berusaha mencerna lirik dalam musik, atau berusaha untuk menangkap dialog dalam film kesayangan. Tulis kosa kata yang anda pelajari di sebuah buku tulis khusus. Dengan begitu kosa kata tidak akan hilang dan anda akan menyadari kemajuan yang telah anda dapat. Bagi mereka yang memiliki akses email mudah, ikutilah milis Oxford English Dictionary yang akan mengirimkan satu kata dan artinya setiap hari.

4. Coba menulis dalam bahasa Inggris.

Tidak berarti harus langsung menulis karya sastra. Cukup kalimat-kalimat pendek, dan kemudian disusul dengan paragraph pendek. Lalu coba koreksi sendiri tulisan tersebut. Jangan selalu mengandalkan Word Spelling check, karena fungsi ini tidak bisa diandalkan untuk memeriksa kesalahan grammar.

Kuasailah grammar dasar dan ikuti peraturannya dengan telaten. Tidak perlu terburu-buru menulis kalimat yang panjang dan kompleks. Mulai dengan kalimat pendek dengan kosa kata yang simpel. Dengan berjalannya waktu, penguasaan grammar dengan baik dan timbunan kosa kata di bank memori anda, anda pun akan bisa menghasilkan sebuah cerpen atau blog dalam bahasa Inggris.🙂

5. Cari teman ngobrol dalam bahasa Inggris

Pasti banyak teman anda yang juga sedang berjuang mempelajari bahasa Inggris, kenapa tidak belajar bareng-bareng? Ajak teman anda untuk meluangkan waktu berbicara bahasa Inggris dengan anda, entah sekedar ngegosip, membaca dialog atau cerita, atau berdiskusi. Kalau malu, cari tempat dan waktu dimana anda tidak akan diganggu, taman kota, lorong kampus atau kamar kost.

Kalau enggan, latihan saja sendiri di kamar. Lafalkan kata-kata dalam bahasa Inggris atau baca novel kesayangan dengan lantang. Dengan melantunkan sebuah lagu kita pun jadi gampang mengingatnya. Sama dengan tulisan, dengan melantunkan sebuah puisi, kita pun akan mengingat bait-baitnya dengan lebih mudah.

6. Artikan lagu kesayangan anda.

Setiap orang pasti mempunyai lagu kesayangan. Kalau kebetulan lagu kesayangan anda dalam berbahasa Inggris, kenapa tidak coba diartikan? Akan bisa lebih menghayati lagu tersebut, dan anda pun akan menambah bank kosa kata.

7. Coba menonton film berbahasa Inggris tanpa membaca terjemahan.

Pertama-tama akan membuat pusing kepala, tapi latihan ini sangat penting. Otak anda pun akan terlatih untuk ter-set dalam bahasa Inggris. Bisa berpikir dalam bahasa Inggris akan membantu ketika anda harus mendengarkan, berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris.

)*Penulis adalah guru SMAN 1 Sagaranten Kab. Sukabumi, Ketua Klub Guru Cab. Sukabumi, dan dosen di beberapa PT di Sukabumi

  1. September 21, 2014 pukul 3:36 am

    I think the admin of this site is in fact working hard in favor
    of his site, for the reason that here every material is quality
    based material.

  2. Oktober 22, 2014 pukul 7:14 am

    What’s up, just wanted to tell you, I liked this post.
    It was funny. Keep on posting!

  3. Januari 7, 2016 pukul 4:50 am

    Asking questions are genuinely good thing if you
    are not understanding something completely, except this article presents pleasant understanding
    yet.

  1. November 16, 2014 pukul 11:06 am
  2. Desember 19, 2014 pukul 2:55 pm
  3. Desember 20, 2014 pukul 6:33 pm
  4. Desember 24, 2014 pukul 1:40 pm
  5. Desember 25, 2014 pukul 9:45 am
  6. Januari 7, 2015 pukul 3:04 am
  7. Januari 20, 2015 pukul 1:22 am
  8. Januari 24, 2015 pukul 1:05 am
  9. Februari 12, 2015 pukul 5:53 am
  10. April 21, 2015 pukul 11:21 am
  11. Mei 12, 2015 pukul 8:07 am
  12. Mei 12, 2015 pukul 12:24 pm
  13. Juli 3, 2015 pukul 10:24 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: